Sampingan

Kemping di Pondok Halimun, Sukabumi, Desember 2015

21 Jan

Pondok Halimun, Sukabumi

24-25-26 December 2015

Liburan di akhir tahun 2015 kemarin, kami akhirnya memutuskan untuk ikut lagi acara dari Family Camp Community (https://www.facebook.com/groups/familycamp/). Ini adalah acara FCC yang ke 12, dan biasanya diadakan 1-2 kali setahun.

Seperti biasa persiapan makan waktu cukup lama, ini sudah kita cicil siap2nya dari weekend sebelumnya.. maklum bawa anak 3 dan bawaan yang maunya super lengkap..Pokoknya bagian belakang mobil kita sudah pas deh, dari mulai printilan kayak dingklik, mainan & buku anak-anak dan yang paling penting galon air + kran nya..

Kamis pagi jam 6.30 tgl 24 December kita jalan dari rumah langsung menuju Sukabumi.. untung tujuan kali ini bukan ke Bandung, karena arah Bandung macet parahhh.. Ini foto kita pas udah pada melek semua.. padahal di foto sebelumnya anak2 lanjut merem lagi pas duduk di mobil…

WP_20151224_05_46_20_Pro         WP_20151224_09_30_51_Pro

Alhamdulillah mengikuti maps di cellphone kita berhasil tidak kena macet sama sekali, walau mesti lewat jalan-jalan kampung.. ini pemandangan Gunung Gede dari jauh.. duhh gak sabar udah pengen cepat sampai aja lihat yang hijau-hijau..

WP_20151224_06_15_15_Pro  WP_20151224_08_14_26_Pro

Sebelum sampai di Pondok Halimun, kita makan sop iga dulu didepan salah satu IndoMaret.. cukup nikmat makan sop hangat , terbukti dari cara makan ketiga putri kita yg lahap.. Lanjut perjalanan lagi, akhirnya kita sampai juga di Pondok Halimun jam 11an.. ternyata peserta yang sudah sampai dan mendirikan tenda cukup banyak.. Kita juga tidak membuang2 waktu langsung membongkar perlengkapan dan mendirikan tenda. Di lokasi ini rupanya ada semacam ranger yang memang base nya disini, jadi kita dibantu oleh Mas-mas baik ini untuk mendirikan tenda.. Kita memilih lokasi yang paling dekat ke kamar mandi dan keran air, mengingat pengalaman sebelumnya kita jauh dari kamar mandi, dna lumayan PR kalau anak-anak minta ke kamar mandi.

Sekitar jam 12-an tenda kita sudah berdiri, agak kurang tinggi bagian teras nya untuk orang dewasa, karena sayangnya disekitar kita tidak ada pohon tinggi buat nyangkutin tali nya.. tapi cukup nyaman koq.. sayangnya disini lokasi nya tidak landai seperti lokasi perkemahan sebelumnya di ex Lapangan Golf Cibodas,.. tapi lingkungan disini jauh lebih alami…

WP_20151224_004      WC_DSC7947

Next, mulai lah si Bunda menyiapkan makan siang, nasi hangat dan ayam goreng (ayam nya sudah di beri bumbu kuning sama si Mbak dirumah), jadi tinggal goreng aja .. setelah selesai makan kita main2 di sungai kecil dekat perkemahan

_DSC7805

Malamnya ada acara perkenalan dengan para keluarga anggota FCC ( Family Camp Community ), dan sekaligus ada acara pengenalan tentang ular untuk anak-anak..

_DSC7813

Lalu acara terakhir malam ini ditutup dengan Night Hiking… kali ini untuk saya dan anak-anak saja, karena untuk para Ibu-Ibu ada acara sendiri.. Cukup seru jalan malam ini karena daerah sekitar perkemahan kami masih hutan alami.. Untungnya saya bawa senter bohlam yg sangat terang dan tinggal colok power nya ke USB..

_DSC7827

 

Jum’at tanggal 25 December pagi kita sudah dibangunkan dengan suara panggilan dari panitia FCC untuk segera siap2 berangkat ke Air Terjun Cibeureum.. kita termasuk rombongan terakhir, karena nunggu anak-anak selesai sarapan..

Perjalanan menuju kesana cukup berat dan penuh dengan tanjakan dan turunan yang curam.. tapi udaranya sungguh segar dan hutan nya masih alami, kecuali ya jalans etapak yang memang sudha disediakan utk pengunjung..

_DSC7872 _DSC7871

Perjalanan menuju ke air terjun sekitar 3 jam bolak balik, dan ada 3 pos dimana kita bisa beristirahat dan meluruskan kaki. Yang paling tidak merasa capek ya si kecil.. tinggal duduk manis didalam ransel sambil nyanyi-nyanyi.. yang paling capek ya Ayah nya yang gendong.. tapi alhamdulillah putri kami kedua yang biasanya kalau di mall suka gampang capek,.. ini semangat sekali..

_DSC7890WP_20151225_09_06_23_Pro

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekitar jam 11-an kita sampai di air terjun yang indah ini.. capeknya jalan sudah terobati melihat air terjun ini… udara yang pasti segar banget .. pokoknya TOP deh..

_DSC7835 _DSC7863_DSC7865 _DSC7903

Setelah puas foto2 kita mesti pulang karena ngejar Jum’atan. perjalanan pulang lebih banyak turun nya, dan yang pasti baju sudah basah dengan keringat.. untungnya udara hari ini cerah tapi tidak terlalu panas…

Acara hari ke dua ini dilanjutkan dengan pengenalan ke anak-anak tentang ular. Komunitas Sioux khusus datang ke acara ini dan membawa beberapa ular dari yang paling kecil sampai dengan ular yang cukup besar.. Kita diperkenalkan supaya tidak takut terhadap ular, bagaimana membedakan ular berbisa dan tidak, dan apa yang harus dilakukan kalau berhadapan dengan ular. Kebetulan juga diliput TV nih:

Yang excited sama ular 2 putri kami ini.. kalau yang paling kecil milih untuk lihat dari jauh saja. Saya sendiri juga bukan penggemar ular, jadi cukup foto2in aja.

_DSC7919

Malam kedua langit sangat cerah dan bulan purnama dan bintang bertebaran.._DSC7924

Acara malam kedua diisi dengan api unggun dan diramaikan dengan performance anak-anak yang berani untuk maju nyanyi di depan.._DSC7945

Sabtu, 26 Desember. Tanpa kerasa sudah masuk hari ke 3 dan kita harus pulang kembali ke Jakarta… tidak lupa foto-foto dulu di dekat tenda dan di kali kecil dekat perkemahan.. Bakalan kangen nih sama lingkungan yang segar, hijau dimana-mana.. dan pastinya air mandi yg kayak Es.. hahaha… Lelah? pastiii… tapi kita sekeluarga puas banget…

Can’t wait for our next Camping Trip… Hopefully soon….

_DSC7952  _DSC7954_DSC7970   _DSC7990_DSC8004

Thanks FCC untuk acaranya yang selalu menyenangkan..

Iklan

ArtPhoria Exhibition, January 2014

3 Feb

Apa sih ArtPhoria? ArtPhoria adalah salah satu Exhibition yang isinya karya seni unik yang mesti kita datangi bersama keluarga atau teman2..

Kebetulan tidak sengaja si Ayah nonton TV malam-malam dan ngeliat acara ini lagi masuk disalah satu berita.. lalu kita langsung bikin rencana untuk ke Ciputra World, dimana ArtPhoria ini diadakan..

Lukisan yang paling kita suka adalah karya Wenner yang justru diperuntukkan untuk disentuh untuk memberikan efek nyata saat dipotret.

 

Untuk masuk dan menikmati karya-karya seni ini, pengunjung dapat masuk ke pameran setiap hari dari Desember 2013 hingga tanggal 26 Januari 2013 dari pukul 11 siang sampai 22 malam. Untuk pengunjung di hari kerja hanya dikenai Rp75.000/orang (dewasa) dan Rp50.000 (anak). Sementara di akhir pekan, tiket masuk adalah Rp90.000 (dewasa) dan Rp60.000 (anak).

IMG_5716

20140119_153801

20140119_154519

20140119_154813

20140119_155323

20140119_155624

20140119_161231

20140119_162935

20140119_163012

IMG_5716

Sayang nya event ini hanya ada sekitar sebulan.. tapi kalau nanti ada lagi.. kita sarankan Anda yang belum berkesempatan untuk melihat sebaiknya datang…

Berikut

Catatan Perjalanan Camping di Ranca Upas – Ciwidey

2 Feb

Setelah sekian lama keinginan untuk camping bersama keluarga tertunda, maka pada liburan sekolah anak-anak kali ini, kami sekeluarga memutuskan untuk mencoba berkemah di 2 lokasi; di Bumi Perkemahan Kampung Cai Ranca Upas Ciwidey, Bandung Selatan dan Grafika Cikole di Bandung Utara. Lokasi ini kami pilih setelah lama berdebat dengan istri yang pengen ke Cikole dan saya yang kekeuh ingin ke Ciwidey. Dua lokasi ini setelah kita pelajari dari Internet sangat menarik dan mempunyai daya tarik masing-masing. Akhirnya jadilah kita tetapkan camping 5 hari 4 malam setelah disetujui oleh anak-anak. Itu juga jika kondisi memungkinkan.

Tgl 25 Des 13, hari Natal, saya dan istri sibuk mempersiapkan keperluan. Istri menyiapkan makanan dan pakaian, dan saya belanja keperluan di pasar Kebayoran Lama. Sedangkan anak-anak tidur siang agar bundanya dapat membongkar-bongkar lemari dengan tenang. Padahal kita janji jam 8 malam sudah harus pada tidur agar kita bisa berangkat jam 3 esok paginya. Agak susah diterapkan memang karena anak2 baru bangun dari tidur siang jam 6 maghrib, kemudian disuruh tidur lagi jam 8 hahaha..tapi karena dipaksa kalau tidak begitu kita gak jadi berangkat, akhirnya terlelap juga sekitar jam 10 malam.

Tgl 26 des 13, jam 2:45 pagi saya dan istri sudah terbangun. Langsung saya angkat barang2 yang masih belum terangkat ke mobil, terutama makanan bekal yang ada di kulkas dengan dikemas rapi masuk kedalam coolbox. Sprei, selimut dan bantal yg kita baru saja pakai langsung angkut semua ke mobil, sehingga tidak ada lagi ruang tersisa untuk mengintip ke belakang.

Barang camping

Biarpun penuh, tapi kenyamanan untuk anak2 melanjutkan tidur masih tetap ada.

Siap Berangkat

Siap Berangkat

Akhirnya jam 3:55 pagi kita berangkat.Karena semangatnya anak-anak yang biasanya masih terlelap masih sempat senyum untuk difoto.

Trip meliputi:

Tanah Kusir –> Tol Lingkar Luar –> Tol Jakarta-Cikampek –> Tol Purbaleunyi –> Exit Kopo –> Soreang –> Ciwidey –> Ranca Upas.

Jam menunjukkan pukul 5:15, kita berhenti di Rest area Km89 (kalo gak salah) untuk solat Subuh dan senam pagi kecil2an. Selepas itu kita langsung melanjutkan perjalanan, berikut adalah gambar pemandangan pagi sebagai hadiah buat kita yang sudah bersusah payah bangun saat matahari belum terbit.

view otw

Setelah keluar di exit Kopo, kita akan dibimbing oleh petunjuk jalan yang mengarahkan kita ke kota Soreang. Pagi di hari kerja ini nampak beberapa toko dan pasar yang sedang bersiap untuk membuka gerainya, memang kota ini banyak sekali pasar disepanjang jalannya. Sampai akhirnya kita mengarah ke Ciwidey dengan pergantian suasana dari pasar ke perkebunan yang didominasi oleh strawberry.

mulai masuk hutan

mulai masuk hutan

aspal mulus sepanjang perjalanan

aspal mulus sepanjang perjalanan

Setelah kurang lebih 30 menit kita dimanjakan oleh pemandangan alam yang sangat Indah.. hijau dimana-mana dengan jalanan yang menanjak,..

Akhirnya kita sampai ke pintu gerbang Kawah Putih yang terkenal itu. Kita tidak berhenti disitu, tetapi kita jalan perlahan sambil mencari dimana sih bumi perkemahannya. Ternyata tak jauh dari sana, disebelah kanan terlihat gerbang Kampung Cai Ranca Upas yang berdiri megah, foto2 dulu ah…anak2 kita bangunkan, dan begitu turun langsung kaget dengan hawa yang lebih dingin daripada di mobil.

rancaupas

pose kedinginan di gerbang Ranca Upas

pose kedinginan di gerbang Ranca Upas

Setelah foto2 di gerbang, kita masuk ke area Kampung Cai yang kurang lebih jaraknya sekitar 300 meter kita mendapati gerbang loket untuk pembayaran:

– Mobil : Rp. 7rb

– Orang (5th keatas) : Rp. 10rb

– Orang (5th keatas) menginap : Rp. 10rb permalam

Tetapi karena masih sekitar jam 7 pagi, nampaknya yang jaga loket belum ada, daripada menunggu kita masuk dulu untuk melihat-lihat lokasi.

Untuk fasilitas disini lumayan lengkap:

1. Camping Ground dengan lokasi luas terhampar dengan total area seluas 200an hektar, jadi jangan khawatir, kita tidak akan berkemah secara berhimpitan

Sebagian camping ground yang luas

Sebagian camping ground yang luas

2. Lapangan Paintball

3. Lapangan Outbond (flying fox, rumah pohon, dll)

4. Danau

Sayangnya gak boleh mancing

Sayangnya gak boleh mancing

5. Penangkaran rusa (anak-anak bisa memberi makan rusa dari dekat)

Rusa dari Ragunan yang jinak

Rusa dari Ragunan yang jinak

6. Waterpark dengan kolam air panas

Kolam dengan air jernih bersuhu 36 celcius

Kolam dengan air jernih bersuhu 36 celcius

7. Playground anak-anak

8. Jungle tracking

9. Lapangan bola

banyak lapangan luas

banyak lapangan luas

10. Penyewaan sepeda

11. Musholla

open 24 hrs

open 24 hrs

12. Warung 24 jam

bisa menyediakan catering juga lho

bisa menyediakan catering juga lho

13. MCK yang bersih tersedia di setiap lokasi camping ground
IMG_5360
14. Kran air untuk cuci piring yang terpisah dari MCK

IMG_5361

Setelah kita berkeliling untuk menentukan lokasi pendirian tenda, maka kita tentukan kita akan berkemah yang dekat dengan parkiran mobil dan 50mtr dari MCK. Alhamdulillah dalam waktu 10 menit saya dan istri berhasil membangun tenda, baru kita kemudian membangun tenda bivak untuk kita masak dan makan jika hujan turun, yang ternyata gak perlu-perlu banget karena 3 hari kita disana panas terus hehehe…padahal mendirikannya susah banget, ikat sana sini, ganjal sana-sini, cari bamboo untuk penunjang, seimbangkan ujung sana-sini, sampai beberapa kali angin kencang berusaha menerbangkan terpal kita. akhirnya setelah hampir 1 jam , taraaaaa….jadi deh.

akhirnya dapur dan kemah berdiri

akhirnya dapur dan kemah berdiri

Setelah jadi, istri langsung masak-masak, saya mengangkat barang-barang yang masih tersisa dimobil. Makanan pertama kita adalah Spaghetti, enak sekali terasa ditengah kesejukan dan pemandangan pegunungan yang indah.

kenyang abis makan

kenyang abis makan

IMG_5342

Menjelang tengah hari, rupanya spot tempat kita mendirikan tenda itu panas sekali, terutama didalam tendanya, karena tidak ada pohon disekitarnya yang menaungi. Dengan tekat bulat dan jiwa petualang yang tinggi, terpaksa kita angkat-angkatin semuanya yang sudah masuk tenda dan dipindahkan ke dalam mobil, termasuk si kecil Ardelle (1.5th). Saya, istri, Aubrey (9th) dan Ayna (4th) bekerjasama mengangkat dan memindahkan tenda dan kemudian saya berdua istri mengulang kembali pembuatan bivak yang sudah susah payah didirikan. Kita pindah tidak jauh dari sana yang berlokasi teduh dibawah pohon.

IMG_5421       IMG_5426

Selanjutnya, setelah capek mengangkat2 barang dan menata interior tenda, istri dan anak2 tidur-tiduran dulu di tenda. Sementara saya ke kantor petugas Ranca Upas untuk menuntaskan pembayaran dan berkenalan sambil berjalan berkeliling sekitar lokasi.

Waktu makan siangpun tiba, istri dengan sigap masak nasi dan Indomie. Sedangkan saya, bertugas mencuci peralatan masak dan makan. Setelah makan dan sholat, giliran si Ardelle yang baru bangun mau makan juga. Sementara si ardelle makan, kakak2nya udah gak sabar mau menjelajah keliling lokasi. “ayo pasang sepatunya, kita jalan-jalan” ajak saya. Kali ini tidak ketinggalan kamera saya bawa untuk berfoto-foto dengan anak-anak yang sungguh sangat excited ini.

IMG_5367

main ayunan ban

main ayunan ban

pose didepan gerbang kolam renang

pose didepan gerbang kolam renang

Di kolam renang inilah puncak atraksinya dimana terlihat ember besar yang tiap berapa menit sekali meluap dan menumpahkan isinya yang berupa air hangat asli pegunungan dan mengguyur semua orang yang menunggu dibawahnya ditengah terpaan angin yang dingin. Wuiih…membuat saya dan anak2 tidak sabar untuk segera berendam. “Ayahh…ayoooo berenang!” berkali2 Aubrey dan Ayna merengek, mereka nggak sabar untuk berenang, “Tunggu dulu, kita kan gak bawa baju renang. Kita balik lagi aja yuk pakai baju renang dan ajak bunda sekalian”. Mereka setuju, kita langsung balik ke tenda, padahal masih banyak fasilitas yang kita mau lihat2, tetapi air kolam yang hangat dengan ember besarnya yang tumpah-tumpah menuntaskan perjalanan kita hari ini.

100_0003     100_0016    IMG_5378

Dengan membayar perorangnya diatas 5th sebesar Rp. 15rb, kita habiskan hari ini dengan berenang sekalian mandi (baru ingat seharian kita belum mandi dari Jakarta ).

Setelah mandi dan badan segar, tetapi perut jadi lapar. Sampai dikemah kita shalat Maghrib dan lanjut dengan acara masak2. Malam ini menunya adalah nasi dan kornet. Udara malam terasa sangat dingin menusuk, kita putuskan untuk makan dalam tenda. Anak2 didalam tenda menunggu sambil bermain, saya masak air untuk minum teh, istri yang masak makanan.

IMG_5430

Setelah semua makan, dengan hanya ditemani lampu senter saya pergi mencuci piring. Gilee bener…airnya terasa beku ditangan membuat seakan-akan mencuci hanya beberapa mangkuk dan cangkir terasa lama sekali .

Setelah beres-beres makanan dan alat2 makan, kita sholat Isya dan bersiap tidur karena kantuk mulai menyerang dan malas rasanya untuk keluar tenda, mendingan langsung membungkus diri dengan selimut. Untuk tidur ini juga saya berolahraga dulu dengan memompa 3 kasur angin yang kita bawa dari rumah. Anehnya selama hampir 15 menit saya memompa, tapi gak keringetan, padahal waktu percobaan dirumah, belum satu kasur terpompa penuh, baju udah basah keringet.

Jadi setelah selesai mompa kasur, formasi tidur pertama sebagai berikut: 2 kasur digunakan istri dan anak2 dengan posisi tidur melintang sehingga celah antara dua kasur ada di pinggul mereka. Sedangkan saya dapat satu kasur sendiri.

Tapi itu tidak berlangsung lama, karena alasnya licin kasurnya bergeser membuat pinggulnya pada masuk ke celah diantara kasur. Karena nggak nyaman, posisi tidur kita rubah lagi, anak2 bertiga dapat kasur masing2, saya dan istri pakai sleeping bed dan selimut. Anak2 merasa nyaman, saya dan istri gak bisa tidur karena alas terlalu keras dan terasa dingin dari bawah tenda, hehehe…akhirnya berusaha tidur sampai subuh baru saya pindah ke sisa kasur dibawah kaki anak2 saya. Baru deh bisa tidur sebentar, istri saya juga nyaman tidur sendirian di sleeping bed, hehe..

Karena masih ngantuk, kita tidur sampai matahari lumayan tinggi, sekitar hampir jam 8 pagi baru kita semua bangun langsung sarapan. Pagi ini menu sarapan nya roti bakar coklat dan roti bakar daging asap.. Sepertinya apapun akan terasa enak kalau makan di suasana pegunungan ini. Setelah sarapan dan urusan kamar mandi selesai, kita mulai menjelajah ada apalagi di sekitar perkemahan kita.

Karena hari ini Jumat (27 Des 2013), saya harus sholat Jumat. Sebetulnya kalau sedang ada kegiatan mahasiswa atau pramuka, musholla biasanya bisa dipakai untuk sholat Jumat, tetapi karena hari ini sepi, maka saya sholat di Masjid di luar area Kampung Cai yaitu di Cimanggu dengan jarak 5 menit pakai mobil.

Sehabis sholat Jumat, kita makan siang, nasi goreng telor dan kemudian kekenyangan sampai ketiduran…hahaha, jauh2 ke Ranca Upas buat tidur siang.

Waktu menunjukkan hampir jam 5 sore, kita bangun dan bersiap sholat ashar, masak air buat mandi anak2 kemudian satu persatu mandi.

Setelah Maghrib, seperti biasa istri sudah sibuk mempersiapkan makan malam. Saya membantu dengan menjaga si kecil Ardelle yang sedang bermain sama kakak2nya dalam tenda. Karena saya kurang tidur habis makan dan sholat Isya saya langsung tidur bersama Ardelle yang nampaknya juga kelelahan, sementara istri dan anak2 masih main dan baca buku cerita. Oya, malam ini kita menyewa kasur agar tidur lebih nyaman. Harga sewa perkasur Rp. 40rb. Awalnya istri saya kekeuh gak mau nyewa dan tetap mengakali tidurnya dengan banyak alas agar empuk, tetapi begitu kasur datang akhirnya dia bilang,,”duuuh enak sekali tidur dikasur!”.. hehehe…

Malam itu terdengar banyak campers yang baru datang, saya 3 kali terbangun karena banyak suara gaduh dari luar tenda, suara orang gitaran sambil nyanyi, radio, dll dan 2 kali harus ke WC sendirian karena mau pipis .Yang pertama karena mengantuk sekali saya berlari2 ke kamar mandi karena kebelet dan yang kedua agak santai karena sewaktu berjalan ke WC, secara tidak sengaja saya melihat ke langit yang penuh dengan bintang bertebaran, gak pernah rasanya lihat pemandangan langit seperti ini sewaktu di Jakarta. Tapi karena sendirian dan kedinginan, saya malas untuk mengabadikannya. Sampai ke tenda masih kepikiran, nyesel banget kalau gak di foto, tapi malas setting2 camera, pasang tripod, dll…sampai susah tidur lagi memikirkannya. Eh gak lama pas mata mulai berat lagi, Aubrey nepuk2 punggung saya..” Yah..mau pipiiss”…langsung saya dengan semangatnya bangun dan ambil kamera serta tripodnya. Sembari nunggu si Aubrey pipis, saya buru2 setting kamera dan karena saking dinginnya dan antara sadar dan tidak, saya sampai lupa gimana cara motret. Akhirnya foto yg diambil saya rasa tidak layak untuk dipamerkan, tetapi saya akan pinjam foto tetangga untuk sekedar ilustrasi.(www.wiranurmansyah.com/dingin-dinginan-di-rancaupas)

IMG_8892

Pagi harinya di hari ketiga, tetangga campers di sekitar kami sudah mulai berbenah dan banyak juga yang baru datang dan mulai mencari spot yang tepat untuk berkemah. Kami sekeluarga setelah sarapan langsung bermain di padang rumput. Kami main bola, kejar2an dan Frisbee.

IMG_5450    play

Habis puas main dan lari2an kita mutusin untuk lihat2 penangkaran rusa.. cukup menyenangkan untuk anak2, karena mereka bias beli wortel dan langsung memberi makan rusa2nya dari dekat.

IMG_5473   IMG_5497

Yang foto dan di foto tidak kalah heboh

taken

Tidak ketinggalan naik kuda juga dilakukan anak2

IMG_5463

Sebetulnya hari ini kita akan pindah camping ke Cikole, Lembang. Tetapi karena air galon sudah habis dan tidak bisa ditukarkan karena merknya tidak umum, disamping itu juga saya dan istri masih kurang tidur, maka kita putuskan untuk menyudahi petualangan berkemah kita di hari ketiga ini.

Sebetulnya kita semua masih kerasan, apalagi anak-anak. Untuk itu kita puas2in sampai sore disana. Setelah main di lapangan, anak2 pengen berenang lagi, kita semua setuju karena bisa sekalian mandi pakai air hangat. Meskipun saat itu sudah tengah hari dan matahari bersinar dengan teriknya, kita tetap berenang sampai jam 3 sore, sehingga warna kulit kami semua berubah lebih gelap.

Setelah sholat ashar, saya dan Istri mulai berkemas, anak2 makan. Butuh waktu 2 jam sampai semua barang masuk ke mobil. Akhirnya jam 5:30 kita checkout ( sebetulnya gak ada istilah checkout disini, kalau mau pulang ya boleh pulang jam berapa aja).

Setelah melewati gerbang masuk Ranca Upas, kami ingin lihat2 dulu ke kebun teh Ranca Bali sebentar. Sangat bagus sekali pemandangan di Ciwidey ini, ternyata selain Kampung Cai, masih banyak lagi tempat-tempat wisata disekitarnya, ada pemandian Cimanggu, pemandian Walini, Perkebunan Teh Ranca Bali, Danau Patenggan dan masih banyak lagi sampai ke Pengalengan. Karena hari sudah mulai gelap, kita berputar balik dan terus menuju Jakarta. Perjalanan pulang memakan waktu lebih lama sekitar 5 jam karena macet di Soreang.

Demikian cerita perjalanan yang tak kan terlupakan di alam Ciwidey yang senantiasa membuat kangen yang suatu saat nanti kita pasti mau kesana lagi. Terima kasih buat istri dan anak-anakku yang selalu enjoy baik dalam susah maupun senang selama liburan yang unik ini…hehehe…peace!

combined1