Catatan Perjalanan Camping di Ranca Upas – Ciwidey

2 Feb

Setelah sekian lama keinginan untuk camping bersama keluarga tertunda, maka pada liburan sekolah anak-anak kali ini, kami sekeluarga memutuskan untuk mencoba berkemah di 2 lokasi; di Bumi Perkemahan Kampung Cai Ranca Upas Ciwidey, Bandung Selatan dan Grafika Cikole di Bandung Utara. Lokasi ini kami pilih setelah lama berdebat dengan istri yang pengen ke Cikole dan saya yang kekeuh ingin ke Ciwidey. Dua lokasi ini setelah kita pelajari dari Internet sangat menarik dan mempunyai daya tarik masing-masing. Akhirnya jadilah kita tetapkan camping 5 hari 4 malam setelah disetujui oleh anak-anak. Itu juga jika kondisi memungkinkan.

Tgl 25 Des 13, hari Natal, saya dan istri sibuk mempersiapkan keperluan. Istri menyiapkan makanan dan pakaian, dan saya belanja keperluan di pasar Kebayoran Lama. Sedangkan anak-anak tidur siang agar bundanya dapat membongkar-bongkar lemari dengan tenang. Padahal kita janji jam 8 malam sudah harus pada tidur agar kita bisa berangkat jam 3 esok paginya. Agak susah diterapkan memang karena anak2 baru bangun dari tidur siang jam 6 maghrib, kemudian disuruh tidur lagi jam 8 hahaha..tapi karena dipaksa kalau tidak begitu kita gak jadi berangkat, akhirnya terlelap juga sekitar jam 10 malam.

Tgl 26 des 13, jam 2:45 pagi saya dan istri sudah terbangun. Langsung saya angkat barang2 yang masih belum terangkat ke mobil, terutama makanan bekal yang ada di kulkas dengan dikemas rapi masuk kedalam coolbox. Sprei, selimut dan bantal yg kita baru saja pakai langsung angkut semua ke mobil, sehingga tidak ada lagi ruang tersisa untuk mengintip ke belakang.

Barang camping

Biarpun penuh, tapi kenyamanan untuk anak2 melanjutkan tidur masih tetap ada.

Siap Berangkat

Siap Berangkat

Akhirnya jam 3:55 pagi kita berangkat.Karena semangatnya anak-anak yang biasanya masih terlelap masih sempat senyum untuk difoto.

Trip meliputi:

Tanah Kusir –> Tol Lingkar Luar –> Tol Jakarta-Cikampek –> Tol Purbaleunyi –> Exit Kopo –> Soreang –> Ciwidey –> Ranca Upas.

Jam menunjukkan pukul 5:15, kita berhenti di Rest area Km89 (kalo gak salah) untuk solat Subuh dan senam pagi kecil2an. Selepas itu kita langsung melanjutkan perjalanan, berikut adalah gambar pemandangan pagi sebagai hadiah buat kita yang sudah bersusah payah bangun saat matahari belum terbit.

view otw

Setelah keluar di exit Kopo, kita akan dibimbing oleh petunjuk jalan yang mengarahkan kita ke kota Soreang. Pagi di hari kerja ini nampak beberapa toko dan pasar yang sedang bersiap untuk membuka gerainya, memang kota ini banyak sekali pasar disepanjang jalannya. Sampai akhirnya kita mengarah ke Ciwidey dengan pergantian suasana dari pasar ke perkebunan yang didominasi oleh strawberry.

mulai masuk hutan

mulai masuk hutan

aspal mulus sepanjang perjalanan

aspal mulus sepanjang perjalanan

Setelah kurang lebih 30 menit kita dimanjakan oleh pemandangan alam yang sangat Indah.. hijau dimana-mana dengan jalanan yang menanjak,..

Akhirnya kita sampai ke pintu gerbang Kawah Putih yang terkenal itu. Kita tidak berhenti disitu, tetapi kita jalan perlahan sambil mencari dimana sih bumi perkemahannya. Ternyata tak jauh dari sana, disebelah kanan terlihat gerbang Kampung Cai Ranca Upas yang berdiri megah, foto2 dulu ah…anak2 kita bangunkan, dan begitu turun langsung kaget dengan hawa yang lebih dingin daripada di mobil.

rancaupas

pose kedinginan di gerbang Ranca Upas

pose kedinginan di gerbang Ranca Upas

Setelah foto2 di gerbang, kita masuk ke area Kampung Cai yang kurang lebih jaraknya sekitar 300 meter kita mendapati gerbang loket untuk pembayaran:

– Mobil : Rp. 7rb

– Orang (5th keatas) : Rp. 10rb

– Orang (5th keatas) menginap : Rp. 10rb permalam

Tetapi karena masih sekitar jam 7 pagi, nampaknya yang jaga loket belum ada, daripada menunggu kita masuk dulu untuk melihat-lihat lokasi.

Untuk fasilitas disini lumayan lengkap:

1. Camping Ground dengan lokasi luas terhampar dengan total area seluas 200an hektar, jadi jangan khawatir, kita tidak akan berkemah secara berhimpitan

Sebagian camping ground yang luas

Sebagian camping ground yang luas

2. Lapangan Paintball

3. Lapangan Outbond (flying fox, rumah pohon, dll)

4. Danau

Sayangnya gak boleh mancing

Sayangnya gak boleh mancing

5. Penangkaran rusa (anak-anak bisa memberi makan rusa dari dekat)

Rusa dari Ragunan yang jinak

Rusa dari Ragunan yang jinak

6. Waterpark dengan kolam air panas

Kolam dengan air jernih bersuhu 36 celcius

Kolam dengan air jernih bersuhu 36 celcius

7. Playground anak-anak

8. Jungle tracking

9. Lapangan bola

banyak lapangan luas

banyak lapangan luas

10. Penyewaan sepeda

11. Musholla

open 24 hrs

open 24 hrs

12. Warung 24 jam

bisa menyediakan catering juga lho

bisa menyediakan catering juga lho

13. MCK yang bersih tersedia di setiap lokasi camping ground
IMG_5360
14. Kran air untuk cuci piring yang terpisah dari MCK

IMG_5361

Setelah kita berkeliling untuk menentukan lokasi pendirian tenda, maka kita tentukan kita akan berkemah yang dekat dengan parkiran mobil dan 50mtr dari MCK. Alhamdulillah dalam waktu 10 menit saya dan istri berhasil membangun tenda, baru kita kemudian membangun tenda bivak untuk kita masak dan makan jika hujan turun, yang ternyata gak perlu-perlu banget karena 3 hari kita disana panas terus hehehe…padahal mendirikannya susah banget, ikat sana sini, ganjal sana-sini, cari bamboo untuk penunjang, seimbangkan ujung sana-sini, sampai beberapa kali angin kencang berusaha menerbangkan terpal kita. akhirnya setelah hampir 1 jam , taraaaaa….jadi deh.

akhirnya dapur dan kemah berdiri

akhirnya dapur dan kemah berdiri

Setelah jadi, istri langsung masak-masak, saya mengangkat barang-barang yang masih tersisa dimobil. Makanan pertama kita adalah Spaghetti, enak sekali terasa ditengah kesejukan dan pemandangan pegunungan yang indah.

kenyang abis makan

kenyang abis makan

IMG_5342

Menjelang tengah hari, rupanya spot tempat kita mendirikan tenda itu panas sekali, terutama didalam tendanya, karena tidak ada pohon disekitarnya yang menaungi. Dengan tekat bulat dan jiwa petualang yang tinggi, terpaksa kita angkat-angkatin semuanya yang sudah masuk tenda dan dipindahkan ke dalam mobil, termasuk si kecil Ardelle (1.5th). Saya, istri, Aubrey (9th) dan Ayna (4th) bekerjasama mengangkat dan memindahkan tenda dan kemudian saya berdua istri mengulang kembali pembuatan bivak yang sudah susah payah didirikan. Kita pindah tidak jauh dari sana yang berlokasi teduh dibawah pohon.

IMG_5421       IMG_5426

Selanjutnya, setelah capek mengangkat2 barang dan menata interior tenda, istri dan anak2 tidur-tiduran dulu di tenda. Sementara saya ke kantor petugas Ranca Upas untuk menuntaskan pembayaran dan berkenalan sambil berjalan berkeliling sekitar lokasi.

Waktu makan siangpun tiba, istri dengan sigap masak nasi dan Indomie. Sedangkan saya, bertugas mencuci peralatan masak dan makan. Setelah makan dan sholat, giliran si Ardelle yang baru bangun mau makan juga. Sementara si ardelle makan, kakak2nya udah gak sabar mau menjelajah keliling lokasi. “ayo pasang sepatunya, kita jalan-jalan” ajak saya. Kali ini tidak ketinggalan kamera saya bawa untuk berfoto-foto dengan anak-anak yang sungguh sangat excited ini.

IMG_5367

main ayunan ban

main ayunan ban

pose didepan gerbang kolam renang

pose didepan gerbang kolam renang

Di kolam renang inilah puncak atraksinya dimana terlihat ember besar yang tiap berapa menit sekali meluap dan menumpahkan isinya yang berupa air hangat asli pegunungan dan mengguyur semua orang yang menunggu dibawahnya ditengah terpaan angin yang dingin. Wuiih…membuat saya dan anak2 tidak sabar untuk segera berendam. “Ayahh…ayoooo berenang!” berkali2 Aubrey dan Ayna merengek, mereka nggak sabar untuk berenang, “Tunggu dulu, kita kan gak bawa baju renang. Kita balik lagi aja yuk pakai baju renang dan ajak bunda sekalian”. Mereka setuju, kita langsung balik ke tenda, padahal masih banyak fasilitas yang kita mau lihat2, tetapi air kolam yang hangat dengan ember besarnya yang tumpah-tumpah menuntaskan perjalanan kita hari ini.

100_0003     100_0016    IMG_5378

Dengan membayar perorangnya diatas 5th sebesar Rp. 15rb, kita habiskan hari ini dengan berenang sekalian mandi (baru ingat seharian kita belum mandi dari Jakarta ).

Setelah mandi dan badan segar, tetapi perut jadi lapar. Sampai dikemah kita shalat Maghrib dan lanjut dengan acara masak2. Malam ini menunya adalah nasi dan kornet. Udara malam terasa sangat dingin menusuk, kita putuskan untuk makan dalam tenda. Anak2 didalam tenda menunggu sambil bermain, saya masak air untuk minum teh, istri yang masak makanan.

IMG_5430

Setelah semua makan, dengan hanya ditemani lampu senter saya pergi mencuci piring. Gilee bener…airnya terasa beku ditangan membuat seakan-akan mencuci hanya beberapa mangkuk dan cangkir terasa lama sekali .

Setelah beres-beres makanan dan alat2 makan, kita sholat Isya dan bersiap tidur karena kantuk mulai menyerang dan malas rasanya untuk keluar tenda, mendingan langsung membungkus diri dengan selimut. Untuk tidur ini juga saya berolahraga dulu dengan memompa 3 kasur angin yang kita bawa dari rumah. Anehnya selama hampir 15 menit saya memompa, tapi gak keringetan, padahal waktu percobaan dirumah, belum satu kasur terpompa penuh, baju udah basah keringet.

Jadi setelah selesai mompa kasur, formasi tidur pertama sebagai berikut: 2 kasur digunakan istri dan anak2 dengan posisi tidur melintang sehingga celah antara dua kasur ada di pinggul mereka. Sedangkan saya dapat satu kasur sendiri.

Tapi itu tidak berlangsung lama, karena alasnya licin kasurnya bergeser membuat pinggulnya pada masuk ke celah diantara kasur. Karena nggak nyaman, posisi tidur kita rubah lagi, anak2 bertiga dapat kasur masing2, saya dan istri pakai sleeping bed dan selimut. Anak2 merasa nyaman, saya dan istri gak bisa tidur karena alas terlalu keras dan terasa dingin dari bawah tenda, hehehe…akhirnya berusaha tidur sampai subuh baru saya pindah ke sisa kasur dibawah kaki anak2 saya. Baru deh bisa tidur sebentar, istri saya juga nyaman tidur sendirian di sleeping bed, hehe..

Karena masih ngantuk, kita tidur sampai matahari lumayan tinggi, sekitar hampir jam 8 pagi baru kita semua bangun langsung sarapan. Pagi ini menu sarapan nya roti bakar coklat dan roti bakar daging asap.. Sepertinya apapun akan terasa enak kalau makan di suasana pegunungan ini. Setelah sarapan dan urusan kamar mandi selesai, kita mulai menjelajah ada apalagi di sekitar perkemahan kita.

Karena hari ini Jumat (27 Des 2013), saya harus sholat Jumat. Sebetulnya kalau sedang ada kegiatan mahasiswa atau pramuka, musholla biasanya bisa dipakai untuk sholat Jumat, tetapi karena hari ini sepi, maka saya sholat di Masjid di luar area Kampung Cai yaitu di Cimanggu dengan jarak 5 menit pakai mobil.

Sehabis sholat Jumat, kita makan siang, nasi goreng telor dan kemudian kekenyangan sampai ketiduran…hahaha, jauh2 ke Ranca Upas buat tidur siang.

Waktu menunjukkan hampir jam 5 sore, kita bangun dan bersiap sholat ashar, masak air buat mandi anak2 kemudian satu persatu mandi.

Setelah Maghrib, seperti biasa istri sudah sibuk mempersiapkan makan malam. Saya membantu dengan menjaga si kecil Ardelle yang sedang bermain sama kakak2nya dalam tenda. Karena saya kurang tidur habis makan dan sholat Isya saya langsung tidur bersama Ardelle yang nampaknya juga kelelahan, sementara istri dan anak2 masih main dan baca buku cerita. Oya, malam ini kita menyewa kasur agar tidur lebih nyaman. Harga sewa perkasur Rp. 40rb. Awalnya istri saya kekeuh gak mau nyewa dan tetap mengakali tidurnya dengan banyak alas agar empuk, tetapi begitu kasur datang akhirnya dia bilang,,”duuuh enak sekali tidur dikasur!”.. hehehe…

Malam itu terdengar banyak campers yang baru datang, saya 3 kali terbangun karena banyak suara gaduh dari luar tenda, suara orang gitaran sambil nyanyi, radio, dll dan 2 kali harus ke WC sendirian karena mau pipis .Yang pertama karena mengantuk sekali saya berlari2 ke kamar mandi karena kebelet dan yang kedua agak santai karena sewaktu berjalan ke WC, secara tidak sengaja saya melihat ke langit yang penuh dengan bintang bertebaran, gak pernah rasanya lihat pemandangan langit seperti ini sewaktu di Jakarta. Tapi karena sendirian dan kedinginan, saya malas untuk mengabadikannya. Sampai ke tenda masih kepikiran, nyesel banget kalau gak di foto, tapi malas setting2 camera, pasang tripod, dll…sampai susah tidur lagi memikirkannya. Eh gak lama pas mata mulai berat lagi, Aubrey nepuk2 punggung saya..” Yah..mau pipiiss”…langsung saya dengan semangatnya bangun dan ambil kamera serta tripodnya. Sembari nunggu si Aubrey pipis, saya buru2 setting kamera dan karena saking dinginnya dan antara sadar dan tidak, saya sampai lupa gimana cara motret. Akhirnya foto yg diambil saya rasa tidak layak untuk dipamerkan, tetapi saya akan pinjam foto tetangga untuk sekedar ilustrasi.(www.wiranurmansyah.com/dingin-dinginan-di-rancaupas)

IMG_8892

Pagi harinya di hari ketiga, tetangga campers di sekitar kami sudah mulai berbenah dan banyak juga yang baru datang dan mulai mencari spot yang tepat untuk berkemah. Kami sekeluarga setelah sarapan langsung bermain di padang rumput. Kami main bola, kejar2an dan Frisbee.

IMG_5450    play

Habis puas main dan lari2an kita mutusin untuk lihat2 penangkaran rusa.. cukup menyenangkan untuk anak2, karena mereka bias beli wortel dan langsung memberi makan rusa2nya dari dekat.

IMG_5473   IMG_5497

Yang foto dan di foto tidak kalah heboh

taken

Tidak ketinggalan naik kuda juga dilakukan anak2

IMG_5463

Sebetulnya hari ini kita akan pindah camping ke Cikole, Lembang. Tetapi karena air galon sudah habis dan tidak bisa ditukarkan karena merknya tidak umum, disamping itu juga saya dan istri masih kurang tidur, maka kita putuskan untuk menyudahi petualangan berkemah kita di hari ketiga ini.

Sebetulnya kita semua masih kerasan, apalagi anak-anak. Untuk itu kita puas2in sampai sore disana. Setelah main di lapangan, anak2 pengen berenang lagi, kita semua setuju karena bisa sekalian mandi pakai air hangat. Meskipun saat itu sudah tengah hari dan matahari bersinar dengan teriknya, kita tetap berenang sampai jam 3 sore, sehingga warna kulit kami semua berubah lebih gelap.

Setelah sholat ashar, saya dan Istri mulai berkemas, anak2 makan. Butuh waktu 2 jam sampai semua barang masuk ke mobil. Akhirnya jam 5:30 kita checkout ( sebetulnya gak ada istilah checkout disini, kalau mau pulang ya boleh pulang jam berapa aja).

Setelah melewati gerbang masuk Ranca Upas, kami ingin lihat2 dulu ke kebun teh Ranca Bali sebentar. Sangat bagus sekali pemandangan di Ciwidey ini, ternyata selain Kampung Cai, masih banyak lagi tempat-tempat wisata disekitarnya, ada pemandian Cimanggu, pemandian Walini, Perkebunan Teh Ranca Bali, Danau Patenggan dan masih banyak lagi sampai ke Pengalengan. Karena hari sudah mulai gelap, kita berputar balik dan terus menuju Jakarta. Perjalanan pulang memakan waktu lebih lama sekitar 5 jam karena macet di Soreang.

Demikian cerita perjalanan yang tak kan terlupakan di alam Ciwidey yang senantiasa membuat kangen yang suatu saat nanti kita pasti mau kesana lagi. Terima kasih buat istri dan anak-anakku yang selalu enjoy baik dalam susah maupun senang selama liburan yang unik ini…hehehe…peace!

combined1

 

Iklan

17 Tanggapan to “Catatan Perjalanan Camping di Ranca Upas – Ciwidey”

  1. adnan Januari 2, 2014 pada 10:58 am #

    Mantabbb….lain kali ajak-ajak bang..

    • udadony Januari 19, 2016 pada 12:47 pm #

      Siap bang Adnan! kapan ente bisanya hayooo?

  2. wisnuwidiarta Januari 2, 2014 pada 11:30 am #

    Itu komennya dihapus aja wkwkwkwkw…

  3. wisnuwidiarta Januari 19, 2014 pada 7:28 am #

    Kapan kelarnya nih postingaaaan….

  4. wisnuwidiarta Februari 13, 2014 pada 5:55 am #

    Horeeee… akhirnya lengkap dan detail juga nih capernya… inspiratif, dan ditunggu perjalanan berikutnya dari Uda Dony!

  5. masakanmama Juli 20, 2014 pada 1:51 pm #

    Uda Doni, ceritanya seru banget dan inspiratif. Saya sendiri akhirnya camping di Ranca Upas dengan keluarga (istri & 2 anak, 6 dan 4 th) di akhir bln Juni, sebelum puasa dengan berbekal alat2 camping pinjeman. Mhn infonya Uda Doni beli tenda dan meja picnic di mana ? Di tunggu info2 perjalanan berikutnya. Thanks !

    • udadony Januari 19, 2016 pada 12:42 pm #

      Wah, maaf berjuta maaf, baru bales ini. semoga sekarang udah lengkap alat campingnya dan semakin ketagihan camping ya om. Saya beli tenda di Walmart USA, waktu itu dollar cuma 9rban, tapi kalau mau beli sekarang, banyak teman2 yang sudah beli lewat Ali Express, disana banyak tenda bagus2 dan lumayan murah. Kalau meja lipat, ada di Ace Hardware.

  6. indahFwt Februari 7, 2015 pada 1:09 am #

    seru banget kalau bisa camping bareng dengan keluarga

    • udadony Januari 19, 2016 pada 12:43 pm #

      Iya, seru banget mbak, sekarang lebih seru lagi karena kita dah gabung di Family Camp Community. Ikutan yuk!

  7. syarifah September 8, 2015 pada 5:25 am #

    tenda nya bawa sendiri atau disana disewakan?

    • udadony Januari 19, 2016 pada 12:45 pm #

      Tendanya kalau saya bawa sendiri mbak. Tapi kalau gak punya bisa sewa disana, katanya sekitar 80rb sampai 200rban tegantung besar/kecilnya tenda.

  8. arsy Januari 19, 2016 pada 10:54 am #

    Kak mau tanya untuk nginep di ranca upas,kita harus booking dulu ga?

    • udadony Januari 19, 2016 pada 12:46 pm #

      Gak perlu booking, kecuali kita rombongan yang ramai sekali sampai pakai bis. Happy camping!

  9. udadony Januari 19, 2016 pada 12:39 pm #

    baru mulai lihat2 lagi nih…semoga ada cerita baru

  10. udadony Januari 19, 2016 pada 12:39 pm #

    hehehe..seru kan ya

Trackbacks/Pingbacks

  1. Camping di Ranca Upas – Ciwidey – Bandung | Untold Contemplation - April 14, 2014

    […] habiskan dengan berkemah di Ranca Upas, Ciwidey, Bandung. Tadinya mau camping bersama rekan kantor, Dony Alpha, yang sudah pernah ke sana duluan beberapa waktu lalu. Sayang anak-anaknya sedang sakit, jadi […]

  2. Accidentally in Vacation Part 3 at The Paseban | Untold Contemplation - April 2, 2018

    […] bersama K3I bersama teman kantor, Dony Alpha  di BuPer Cijalu, […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: